Curhat Desain Wix: Cara Praktis Atur UI/UX untuk Bisnis Online Kecil

Curhat Desain Wix: Cara Praktis Atur UI/UX untuk Bisnis Online Kecil

Gue sempet mikir, kenapa sih orang sering takut utak-atik website padahal sekarang ada Wix? Jujur aja, pertama kali nyentuh editor Wix gue juga ngerasa overwhelmed — terlalu banyak pilihan, template cakep, dan banyak istilah desain yang kedengarannya berat. Tapi setelah beberapa proyek kecil (toko kue tetangga, butik online, dan satu jasa konsultasi), gue mulai nemu ritmenya. Tulisan ini bukan manual lengkap, cuma curhat plus tips praktis yang bisa dipakai pemilik bisnis online kecil supaya UI/UX nggak nyeremin dan malah bantu konversi.

Dasar yang Sering Dilupain (informasi penting)

Mau pakai Wix Editor klasik atau Wix ADI, langkah pertama yang harus ditegaskan: pahami tujuan utama website kamu. Untuk bisnis kecil biasanya cuma perlu tiga hal di homepage: identitas (siapa kamu), produk/jasa unggulan, dan call-to-action (CTA) yang jelas. Desain yang rapi itu soal mengurangi kebingungan pengunjung, bukan nambahin elemen keren terus bikin mereka stress.

Pilih template yang mendekati kebutuhan kamu — bukan yang paling cantik. Template yang simpel dengan struktur yang jelas bakal lebih mudah di-custom dan lebih cepat dioptimasi. Oh iya, optimalkan gambar (compress tanpa ngorbanin kualitas), pastikan tombol CTA kontras dengan background, dan atur hierarchy teks: judul, subjudul, body. Di Wix ada fitur untuk atur responsif; selalu cek tampilan mobile dulu karena mayoritas pembeli kecil buka dari HP.

Opini: Fungsi Lebih Penting dari Gaya (gue curhat sedikit)

Jujur aja, gue sering lihat website UMKM yang fokusnya cuma estetika—font unik di mana-mana, animasi yang melambai-lambai, tapi pas ditanya “di mana harga?”, jawabannya nyelip di footer. Orang datang ke toko online dengan satu mental: cari info cepat dan percaya. Jadi menurut gue, desain harus melayanin fungsi: navigasi gampang, informasi produk lengkap, tombol beli/booking terlihat. Estetika bagus, tapi jangan sampai mengorbankan kegunaan.

Contoh kecil: waktu bantu toko kue lokal, awalnya owner pengen slider foto besar. Gue sempet mikir itu oke sih, tapi setelah analisis, slider bikin halaman berat dan orang nggak scroll sampai menu. Solusinya? Satu hero image yang kuat + grid produk dengan harga langsung terlihat. Konversi naik. Simple tapi berdampak.

Tips Praktis UI/UX yang Nggak Ribet (penutup agak lucu)

Berikut beberapa tips cepat yang gue pake berkali-kali: pertama, buat CTA primer yang konsisten (misal warna oranye), dan jangan lebih dari dua CTA di satu halaman. Kedua, pakai testimonial dan logo klien sebagai trust signals — ini mudah di-embed lewat Wix App Market. Ketiga, form harus singkat; tanya cuma yang perlu, jangan minta nomor telepon + KTP + alamat lengkap kalau belum perlu.

Keempat, cek kecepatan halaman — kalau berat, pelanggan kabur. Kompres gambar, gunakan lazy loading, dan batasi penggunaan animasi. Kelima, test dengan orang nyata: minta teman atau pelanggan cobain dan bilangin bagian yang membingungkan. Feedback langsung seringkali lebih jujur daripada analytics yang dingin. Terakhir, manfaatin tools Wix untuk SEO sederhana: meta description, URL ramah, dan alt text gambar supaya toko kecil kamu gampang ketemu di Google.

Satu catatan: kalo pengen fitur lebih custom, pelajari Velo by Wix (sekitar coding ringan) atau cari plugin di marketplace. Kalau mau inspirasi template atau tutorial step-by-step, gue kerap mengunjungi wixwebwizard buat referensi desain dan ide implementasi.

Penutup: membangun UI/UX yang baik di Wix untuk bisnis kecil itu soal prioritas. Jangan terlalu norak ngikut tren, fokus ke kebutuhan pelanggan dan uji terus desain kamu. Kalo masih bingung, mulai dari tiga hal: identitas jelas, produk terlihat, dan CTA gampang ditemukan. Sekali kelar itu, kamu bisa santai berkembang pelan-pelan sambil ngopi. Semoga curhat ini ngebantu—selamat ngoprek Wix, dan semoga toko kecilmu tumbuh tanpa bikin kepala pusing!